

“(Yaitu) orang-orang yang berinfak baik diwaktu lapang maupun sempit…”
(QS. Ali ‘Imran: 134)
Musibah biasanya membuat manusia bertahan dengan apa yang tersisa. Namun di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kami menyaksikan hal yang berbeda.
Di tengah kehilangan, keterbatasan, dan ketidakpastian hidup, mereka justru memilih menjaga agama dengan sedekah dan wakaf. Banjir galodo yang melanda Kecamatan Palembayan bukan hanya merobohkan bangunan, tetapi juga meruntuhkan dua pilar penting umat: masjid dan rumah tahfidz. Dua tempat yang selama ini menjadi pusat ibadah, pendidikan Al-Qur’an, dan penguatan jiwa masyarakat.

Di Kampung Pinang, banjir galodo datang tanpa ampun. Dalam waktu setengah jam, pemukiman warga, lahan penghidupan, dan mushola kampung hilang tanpa sisa. Tidak ada dinding yang tersisa, tidak pula tempat sujud yang aman.
Sejak lebih dari satu bulan terakhir, shalat berjamaah terpaksa dilakukan di tenda pengungsian beralas tanah, beratapkan terpal, dalam kondisi yang jauh dari layak. Padahal, kampung ini sempat terisolasi total karena satu-satunya akses melalui Desa Selareh Aia yang terdampak paling parah.
Bagi mereka, menjaga sholat berjamaah adalah kebutuhan yang tak bisa ditunda, sekalipun hidup dalam keterbatasan.

Tak jauh dari sana, di Desa Selareh Aia, dampak banjir galodo juga menghantam Rumah Tahfidz tempat anak-anak desa belajar dan menghafal Al-Qur’an. Bangunan yang selama ini menjadi pusat pembinaan akhlak dan spiritual masyarakat mengalami kerusakan berat dan tak lagi bisa digunakan.
Sejak bencana terjadi, seluruh kegiatan tahfidz berhenti total. Anak-anak kehilangan ruang belajar yang aman dan kondusif. Padahal, mereka berasal dari lingkungan pedesaan dengan akses pendidikan keagamaan yang terbatas. Bagi mereka, Rumah Tahfidz bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang tumbuh, perlindungan moral, dan harapan masa depan.
Pengelola bersama keluarganya berharap bisa menjaga anak-anak yang tersisa untuk terus menghafal al-qur’an, walau tanpa bangunan kokoh yang berdiri tegak.

Di Kampung Pinang, tanah wakaf telah diikhlaskan. Di Selareh Aia, semangat mendidik generasi Qur’ani tak pernah padam.
Yang masih dibutuhkan adalah uluran tangan kita bersama untuk menghadirkan kembali Masjid sebagai tempat bersujud yang aman dan bermartabat & Rumah Tahfidz sebagai ruang tumbuh generasi penghafal Al-Qur’an.

Melalui campaign ini, setiap sedekah sahabat bukan hanya membangun bangunan, tetapi:
Menghidupkan kembali sholat berjamaah
Menjaga hafalan Al-Qur’an anak-anak
Menjadi amal jariyah yang terus mengalir
Mari ambil bagian dalam pembangunan Masjid & Rumah Tahfizh di Kabupaten Agam. Jadikan sedekah Sahabat sebagai amal jariyah yang terus mengalir.
Klik tombol donasi sekarang, dan bantu jaga iman saudara kita di Sumatra.
#Nominal yang didonasikan sudah termasuk oprasional penyaluran dan program syiar Islam
![]()
Belum ada Fundraiser